<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>islamic articles</title>
	<atom:link href="http://balaikopi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://balaikopi.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 31 Jul 2008 17:22:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='balaikopi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>islamic articles</title>
		<link>http://balaikopi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://balaikopi.wordpress.com/osd.xml" title="islamic articles" />
	<atom:link rel='hub' href='http://balaikopi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ketakutan Hari Kiamat</title>
		<link>http://balaikopi.wordpress.com/2008/07/31/ketakutan-hari-kiamat/</link>
		<comments>http://balaikopi.wordpress.com/2008/07/31/ketakutan-hari-kiamat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 17:22:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>balaikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balaikopi.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[oleh : Izzudin Karimi Hari Kiamat adalah hari yang besar perkaranya, berat ketakutannya, manusia tidak menghadapi yang sepertinya. Besar dan beratnya hari ini ditetapkan oleh al-Qur`an. Pertama: Allah Ta’ala menyifati hari ini dengan hari yang agung, hari yang berat dan hari yang sulit. Firman Allah, “Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=balaikopi.wordpress.com&amp;blog=4379475&amp;post=31&amp;subd=balaikopi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh : Izzudin Karimi</p>
<p>Hari Kiamat adalah hari yang besar perkaranya, berat ketakutannya, manusia tidak menghadapi yang sepertinya. Besar dan beratnya hari ini ditetapkan oleh al-Qur`an.</p>
<p><strong>Pertama:</strong> Allah Ta’ala menyifati hari ini dengan hari yang agung, hari yang berat dan hari yang sulit.</p>
<p>Firman Allah, <em>“Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam.”</em> (Al-Muthaffifin: 4-6).</p>
<p>Firman Allah, <em>“Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka pada hari yang berat.”</em> (Al-Insan: 27).</p>
<p>Firman Allah, <em>“Maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit.  Bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah.”</em> (Al-Muddatstsir: 9-10).</p>
<p><strong>Kedua:</strong> Kekagetan dan ketakutan besar yang menimpa manusia pada hari itu, wanita hamil menggugurkan kandungannya, ibu menyusui melalaikan anaknya, hati orang-orang zhalim naik ke kerongkongan dan anak-anak yang tidak berdosa menjadi beruban. <span id="more-31"></span></p>
<p>Firman Allah, <em>“Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan Hari Kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar. Pada hari kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.”</em> (Al-Haj: 1-2).</p>
<p>Firman Allah, <em>“Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (Hari Kiamat yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan.”</em> (Ghafir: 18).</p>
<p>Firman Allah, <em>“Maka bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban. Langit pun menjadi pecah belah pada hari itu, adalah janjiNya itu pasti terlaksana.”</em> (Al-Muzzammil: 17-18).</p>
<p><strong>Ketiga:</strong> Terputusnya hubungan nasab, pada hari itu setiap orang hanya memikirkan dirinya sendiri, tidak ada yang menoleh kepada orang lain, urusanku urusanku, lebih dari itu manusia berlari dari orang-orang terdekatnya.</p>
<p>Firman Allah, <em>“Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya.”</em> (Al-Mukminun: 101).</p>
<p>Firman Allah, <em>“Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua), pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.”</em> (Abasa: 33-37).</p>
<p><strong>Keempat:</strong> Kesiapan orang-orang kafir membayar dengan apa pun agar bisa selamat dari kesulitan hari itu, walaupun dengan membayarkan emas sepenuh jagad sekalipun, seandainya diterima.</p>
<p>Firman Allah, <em>“Dan orang-orang yang tidak memenuhi seruan Allah, sekiranya mereka mempunyai semua (kekayaan) yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak isi bumi itu lagi besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan kekayaan itu, orang-orang itu disediakan baginya hisab yang buruk.”</em> (Ar-Ra’ad: 17).</p>
<p>Firman Allah, <em>“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong.”</em> (Ali Imran: 91).</p>
<p>Dalam shahih al-Bukhari dari Anas bin Malik bahwa Nabi saw bersabda, <em>“Pada Hari Kiamat orang kafir dihadirkan, dikatakan kepadanya, ‘Seandainya kamu mempunyai emas sepenuh jagad apakah kamu akan menebusnya dengannya.’ Dia menjawab, ‘Ya.’ Maka dikatakan kepadanya, ‘Aku sebelumnya telah meminta kepadamu sesuatu yang lebih mudah dari itu.”</em></p>
<p><strong>Kelima:</strong> Ketakutan Kiamat terlihat dari lamanya waktu pada hari itu.</p>
<p>Firman Allah, <em>“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.”</em> (Al-Ma’arij: 4).</p>
<p>Karena lamanya hari pada waktu itu, ssehingga orang-orang mengira bahwa mereka hanya hidup di dunia sesaat saja.</p>
<p>Firman Allah, <em>“Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.”</em> (An-Nazi’at: 46).</p>
<p>Firman Allah, <em>“Allah bertanya, ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?’ Mereka menjawab, ‘Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.’ Allah berfirman, ‘Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu mengetahui.”</em> (Al-Mukminun: 112-114).</p>
<p>Setelah ini, apa yang kita semua persiapkan untuk menghadapinya?<br />
(Sumber: <em>al-Qiyamah al-Kubro</em>, Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/balaikopi.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/balaikopi.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/balaikopi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/balaikopi.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/balaikopi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/balaikopi.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/balaikopi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/balaikopi.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/balaikopi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/balaikopi.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/balaikopi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/balaikopi.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/balaikopi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/balaikopi.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/balaikopi.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/balaikopi.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=balaikopi.wordpress.com&amp;blog=4379475&amp;post=31&amp;subd=balaikopi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balaikopi.wordpress.com/2008/07/31/ketakutan-hari-kiamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6db7a98ae44eea7a900c363d9f8a4548?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">balaikopi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perbedaan Pendapat Pada Umatku Adalah Rahmat?</title>
		<link>http://balaikopi.wordpress.com/2008/07/31/perbedaan-pendapat-pada-umatku-adalah-rahmat/</link>
		<comments>http://balaikopi.wordpress.com/2008/07/31/perbedaan-pendapat-pada-umatku-adalah-rahmat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 17:13:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>balaikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadits dan Syarh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balaikopi.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Berkata sebagian kaum Muslimin : &#8220;Biarkanlah keragaman pendapat yang ada di tubuh kaum Muslimin tentang agama mereka tumbuh subur dan berkembang, asalkan setiap perselisihan dibawa ketempat yang sejuk.&#8221; Alasan mereka didasarkan pada sebuah hadits yang selalu mereka ulang-ulang dalam setiap kesempatan, yaitu hadits: &#8220;Perbedaan pendapat pada umatku adalah rahmat&#8221; Benarkah ungkapan ini? benarkah Rasulullah mengucapkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=balaikopi.wordpress.com&amp;blog=4379475&amp;post=28&amp;subd=balaikopi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berkata sebagian kaum Muslimin :<br />
&#8220;Biarkanlah keragaman pendapat yang ada di tubuh kaum Muslimin tentang agama mereka tumbuh subur dan berkembang, asalkan setiap perselisihan dibawa ketempat yang sejuk.&#8221;</p>
<p>Alasan mereka didasarkan pada sebuah hadits yang selalu mereka ulang-ulang dalam setiap kesempatan, yaitu hadits:<br />
<strong>&#8220;Perbedaan pendapat pada umatku adalah rahmat&#8221; </strong></p>
<p>Benarkah ungkapan ini? benarkah Rasulullah  mengucapkan hadits tersebut?<br />
Apa kata Muhadditsin (Ahli Hadits) tentang hadits tersebut??</p>
<p>Syaikh Al-Albani rahimahulah berkata: &#8220;Hadits tersebut tidak ada asalnya&#8221;. [Adh-Dha’ifah :II / 76-85]</p>
<p>Imam As-Subki berkata: &#8220;Hadits ini tidak dikenal oleh ahli hadits dan saya belum mendapatkannya baik dengan sanad shahih, dha’if (lemah), maupun maudhu (palsu).&#8221;</p>
<p>Syaikh Ali-hasan Al-Halaby Al-Atsari berkata: &#8220;ini adalah hadits bathil dan kebohongan.&#8221; [Ushul Al-Bida’] <span id="more-28"></span></p>
<p>Dan dari sisi makna hadits ini disalahkan oleh para ulama.</p>
<p>Al-‘Alamah Ibnu Hazm berkata dalam Al-Ahkam Fii Ushuli Ahkam (5/64) setelah menjelaskan bahwa ini bukan hadits: &#8220;Dan ini adalah perkataan yang paling rusak, sebab jika perselisihan itu adalah rahmat, maka berarti persatuan adalah adzhab. Ini tidak mungkin dikatakan oleh seorang muslim, karena tidak akan berkumpul antara persatuan dan perselisihan, rahmat dan adzhab.&#8221;</p>
<h4>Bagaimanakah Daya Rusak Hadits Palsu Tersebut Terhadap Islam ?</h4>
<ol>
<li><strong>Mengekalkan perpecahan dalam Islam </strong><br />
Tidak ragu lagi bahwa hadits tersebut adalah tikaman para pembawanya bagi persatuan Islam yang haqiqi. Ketika para pembawa panji-panji sunnah menyeru umat kepada persatuan Aqidah dan Manhaj (jalan/metode) yang shahih. Tiba-tiba muncul orang-orang yang mengaku mengajak kepada persatuan Islam dengan berkata: &#8220;Biarkanlah kaum muslimin dengan keyakinannya masing-masing, biarkanlah kaum muslimin dengan metodenya masing-masing dalam berjalan menuju Allah , janganlah memaksakan perselisihan yang ada harus seragam dengan keyakinan dan pola pikir orang-orang arab padang pasir 15 abad yang lalu. Karena Rasulullah bersabda: &#8220;perselisihan pendapat pada umatku adalah rahmat.&#8221;</p>
<p>Allahu Akbar…!! Alangkah kejinya ungkapan tersebut dan banyak lagi perkataan yang semisalnya yang mengakibatkan kaum muslimin abadi di dalam aqidah dan manhaj yang berbeda. Padahal ayat-ayat dalam Al-Qur’an melarang berselisih pendapat dalam urusan agama dan menyuruh bersatu. Seperti Firman Allah dalam:</p>
<p>Surat Al-Anfal ayat 46 yang artinya;<br />
<strong>&#8220;Jangan kamu berselisih, karena kamu akan menjadi lemah dan hilang kewibawaan kamu.&#8221;<br />
Surat Ar-Rum ayat 31-32: </strong></p>
<p><strong>&#8220;Jangan kamu seperti orang-orang yang musyrik, yaitu mereka mencerai-beraikan agamanya dan bergolong-golongan. Dan setiap golongan berbangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.&#8221;<br />
Surat Hud ayat: 118-119: </strong></p>
<p><strong>&#8220;Mereka terus-menerus berselisih kecuali orang yang mendapatkan rahmat dari Tuhanmu.&#8221;</strong></p>
<p>Dan kita diperintah Allah untuk bersatu dalam Aqidah dan manhaj diatas Aqidah dan Manhajnya Rasulullah dan para sahabatnya. Sebagaimana Firman Allah dalam surat Al-An’am ayat: 153 yang artinya:<br />
<strong>&#8220;Dan bahwa (yang kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa.&#8221;</strong></p>
<p>Dan kita diperintahkan Allah untuk merujuk bersama kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah ketika terjadi perselisihan, bukannya membiarkan perselisihan aqidah dan hal-hal yang pokok dalam agama meradang di tengah ummat dengan dalih sepotong hadist palsu. Firman-Nya dalan surat An-Nisa’ ayat 59 yang artinya:<br />
<strong>&#8220;Jika kamu berselisih pendapat maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul-Nya (Sunnah-nya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian, yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya.&#8221;</strong></li>
<li>Kaum muslimin tidak lagi menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagi sandaran kebenaran dan hakim<br />
Syaikh Al-Albani berkata: &#8220;Diantara dampak buruk hadits ini adalah banyak kaum muslimin yang mengakui terjadinya perselisihan sengit yang terjadi diantara 4 madzab dan tidak pernah sama sekali berupaya untuk mengembalikannya kepada Al-Qu’an dan Al-Hadits.&#8221; [Adh-Dha’ifah: I/76]</p>
<p>Allah  berfirman menceritakan Nabi-Nya Muhammad ketika mengadu kepada-Nya:<br />
<strong>&#8220;Berkatalah rasul: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini suatu yang tidak diacuhkan.&#8221; [QS. Al-Furqan:30]. </strong></p>
<p>Sungguh hal itu terulang kembali di zaman ini dikarenakan hadist palsu yang menggerogoti ummat.</li>
<li><strong>Umat islam tidak lagi menjadi umat terbaik yang jaya di atas umat yang lainnya. </strong><br />
ini dikarenakan hadits palsu tersebut menjadi dinding bagi seorang muslim untuk beramar ma’ruf nahi mungkar, seorang muslim tidak lagi menegur saudaranya yang berbuat salah dalam syirik, kekufuran, dan bid’ah serta maksiat disebabkan meyakini hadits palsu tersebut. Karena mereka menganggap semua itu sebagai suatu perbedaan yang hakikatnya adalah rahmat, sehingga tidak perlu untuk ber-nahi mungkar. Akibatnya, predikat ummat terbaik tidak lagi disandang oleh umat islam, karena telah meninggalkan syaratnya yakni Amar Ma’ruf dan Nahi Mungkar. Sebagaimana firman Allah dalam surat Ali-’Imran ayat: 110 yang artinya:<br />
<strong>&#8220;Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah .&#8221;</strong></li>
<li><strong>Ancaman dan kecaman yang keras dari Nabi, karena berkata dengan mengatasnamakan Rasulullah  secara dusta. </strong><br />
Rasulullah  bersabda :<br />
&#8220;Barang siapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia siapkan tempat duduknya dari api neraka&#8221; [Riwayat Bukhari-Muslim].</p>
<p>Hendaklah takut orang-orang yang mengada-adakan perkataan dusta atas nama Rasulullah , demikian pula orang-orang yang menyebarkan dan mendongengkan kisah-kisah palsu dan lemah yang hanya muncul dari prasangka belaka yang padahal prasangka itu adalah seburuk-buruk perkataan.</li>
<li><strong>Meninggalkan perintah Allah </strong><br />
Ini adalah efek lanjutan dari hadist palsu tesebut, karena ketika seseorang mentolelir perselisihan aqidah, halal dan haram, serta segala sesuatu yang telah tegas digariskan oleh dua wahyu, maka di saat yang sama ia telah meninggalkan perintah Allah untuk menuntaskan setiap perselisihan kepada Al-Qur’an, dan As-Sunnah. Sebagaimana Allah berfiman :<br />
<strong>&#8220;Jika kamu berselisih pendapat maka kembali-kanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul-Nya (As-Sunnah) jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir, yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya&#8221; [An-Nisa:59]</strong></li>
<li><strong>Melemahkan kekuatan kaum Muslimin serta membuka jalan bagi orang-orang kafir untuk menghancurkan Islam dari dalam </strong>Syaikh Ali Hasan dalam kitabnya &#8220;ushul bida&#8221; mengisyaratkan dampak buruk hadist tersebut yang dapat melemahkan kaum muslimin dan menjatuhkan kewibawaannya, karena jelas-jelas hadist palsu tersebut menebarkan benih-benih perpecahan di tubuh kaum Muslimin, sedangkan Allah berfirman :<br />
<strong>&#8220;Jangan kamu berselisih, karena kamu akan menjadi lemah dan hilang kewibawaan kamu.&#8221; [Al-Anfal: 46]</strong></p>
<p>Ibnu mas’ud meriwayatkan :<br />
“Rasulullah membuat satu garis dengan tangannya lalu bersabda “ini jalan Allah yang lurus”, lalu beliau membuat garis-garis dikanan kirinya, kemudian bersabda, “ini adalah jalan-jalan yang sesat tak satupun dari jalan-jalan ini kecuali didalamnya terdapat setan yang menyeru kepadanya.” Selanjutnya beliau membaca firman Allah , “dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus maka ikutilah dia janganah mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya yang demikian itu diperintahkan oleh Allah kepadamu agar kamu bertaqwa (Qs. Al-an’am153)”. (Hadits shahih riwayat Ahmad dan Nasa’i).</li>
</ol>
<p><strong>Maraji’: </strong><br />
Ushul bida’ [Syaikh Ali Hasan Ali Abdul hamid]<br />
Sifatush shalaty An-Naby  [Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani] dan sumber-sumber lainnya<br />
Dicopy dari: anshorussunnah.cjb.net</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/balaikopi.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/balaikopi.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/balaikopi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/balaikopi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/balaikopi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/balaikopi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/balaikopi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/balaikopi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/balaikopi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/balaikopi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/balaikopi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/balaikopi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/balaikopi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/balaikopi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/balaikopi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/balaikopi.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=balaikopi.wordpress.com&amp;blog=4379475&amp;post=28&amp;subd=balaikopi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balaikopi.wordpress.com/2008/07/31/perbedaan-pendapat-pada-umatku-adalah-rahmat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6db7a98ae44eea7a900c363d9f8a4548?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">balaikopi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Penderma yang Kesepian</title>
		<link>http://balaikopi.wordpress.com/2008/07/31/kisah-penderma-yang-kesepian/</link>
		<comments>http://balaikopi.wordpress.com/2008/07/31/kisah-penderma-yang-kesepian/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 17:07:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>balaikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balaikopi.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Muhammar Khamdevi Hiduplah penduduk di suatu kampung penuh kesejahteraan. Tersebut selalu nama Pak Reza oleh warga tersebut dengan sangat akrab. Ia dikenal sebagai saudagar kaya yang sangat dermawan. Membantu siapa saja yang membutuhkan pertolongan. Duduk di beranda rumahnya, Pak Reza tampak sedih. Pemandangan yang jarang ditemui oleh isterinya. &#8221;Ada apa suamiku? Kenapa kamu tampak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=balaikopi.wordpress.com&amp;blog=4379475&amp;post=25&amp;subd=balaikopi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Oleh <strong>Muhammar Khamdevi</strong></em></p>
<p>Hiduplah penduduk di suatu kampung penuh kesejahteraan. Tersebut selalu nama Pak Reza oleh warga tersebut dengan sangat akrab. Ia dikenal sebagai saudagar kaya yang sangat dermawan. Membantu siapa saja yang membutuhkan pertolongan.</p>
<p>Duduk di beranda rumahnya, Pak Reza tampak sedih.  Pemandangan yang jarang ditemui oleh isterinya.</p>
<p>&#8221;Ada apa suamiku? Kenapa kamu tampak sedih seperti itu?&#8221;</p>
<p>&#8221;Ingatkah waktu kita dulu&#8230;? Diberi kekayaan namun penuh ketakutan&#8230;? Setiap malam, mata ini tidak bisa terpejam, takut kehilangan harta yang kita miliki&#8230;?&#8221;<span id="more-25"></span></p>
<p>&#8221;Iya&#8230; &#8221;</p>
<p>&#8221;Ingatkah waktu itu? Kita sudah lama terpenjara dalam rumah sendirian dalam ketakutan itu, tanpa punya banyak teman&#8230;?&#8221;</p>
<p>&#8221;Iya&#8230; Tapi <em>alhamdulillah</em> Allah membuka hati kita&#8230; Bahwasanya harta yang kita miliki bukanlah milik kita. Harta pinjaman yang Allah berikan kepada kita, dipinjam lagi olehNya untuk kita bagikan kepada yang memerlukannya&#8230; Sekarang kita lebih damai dan bahagia&#8230; Dan orang di sekitar kitapun, <em>subhanallah</em>, juga ikut berbahagia&#8230; &#8221;</p>
<p>&#8221;Iyah&#8230; Tapi aku terkadang merasa lelah&#8230; &#8221;</p>
<p>&#8221;Kenapa suamiku???&#8221;</p>
<p>&#8221;Mereka datang kepadaku meminta pertolongan. Namun setelah itu mereka pergi dan tidak pernah kembali. Tak pernah ada kabar sekalipun&#8230; Tegur sapapun tidak&#8230; &#8221;</p>
<p>&#8221;Suamiku&#8230; Mereka akan selalu mengingat kebaikanmu dan berterima kasih akan hal itu. Tapi kamu tidak berhak memaksa mereka untuk kembali dan tetap di sekitarmu. Semua orang harus terus melangkah dalam kehidupannya, termasuk dirimu&#8230; Karena setiap orang memiliki kesibukannya masing-masing&#8230; &#8221;</p>
<p>&#8221;Namun kenapa aku masih merasa kesepian?&#8221;</p>
<p>&#8221;Oh suamiku&#8230; Kamu terlalu lama merasa sendiri&#8230;. Janganlah terlalu berharap mereka mengerti dirimu dan apa yang kamu butuhkan&#8230; Nikmati saja pertolongan yang kamu bagi kepada mereka tanpa berharap imbalan maupun perhatian sekalipun&#8230; Yang pertolongan itu akan menjadi kebahagiaan mereka&#8230; Nikmati juga sisanya di akhirat kelak&#8230; &#8221;</p>
<p>&#8221;<em>Astaghfirullahal&#8217;azhim</em>&#8230; &#8221;</p>
<p>&#8221;Suamiku&#8230; Aku masih berada di sisimu&#8230; Yang lebih mengerti dirimu&#8230; Janganlah kamu merasa kesepian&#8230; Jika tak ada satupun orang yang menemanimu sekalipun&#8230; Allah akan menjadi satu-satunya temanmu, jika kamu ikhlas apa yang kamu lakukan&#8230; &#8221;</p>
<p>Lambat laun dengan bergulirnya tahun, nama Pak Reza lenyap di kampung itu. Namun kampung itu masih tampak sejahtera. Hanya kabar tentang kelahiran anak pertamanya yang terdengar.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/balaikopi.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/balaikopi.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/balaikopi.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/balaikopi.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/balaikopi.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/balaikopi.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/balaikopi.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/balaikopi.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/balaikopi.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/balaikopi.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/balaikopi.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/balaikopi.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/balaikopi.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/balaikopi.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/balaikopi.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/balaikopi.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=balaikopi.wordpress.com&amp;blog=4379475&amp;post=25&amp;subd=balaikopi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balaikopi.wordpress.com/2008/07/31/kisah-penderma-yang-kesepian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6db7a98ae44eea7a900c363d9f8a4548?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">balaikopi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Bergaul Ketika Musim Natal Tiba</title>
		<link>http://balaikopi.wordpress.com/2008/07/31/tips-bergaul-ketika-musim-natal-tiba/</link>
		<comments>http://balaikopi.wordpress.com/2008/07/31/tips-bergaul-ketika-musim-natal-tiba/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 17:04:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>balaikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balaikopi.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Setiap menjelang Natal, sebagian Muslim ada yang merasa dipojokkan tuduhan “tidak toleran”. Ada “Tips Syariat Islam” dalam bergaul dengan orang non-Muslim Oleh: Rina Abdul Latif dan Eka Zulkarnain Hidayatullah.com&#8211;Setiap menjelang Natal, sebagian Muslim ada yang merasa dipojokkan tuduhan “tidak toleran” jika tidak mengucapkan “Selamat Natal” kepada teman atau kenalan yang beragama Kristen. Padahal, cara-cara seorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=balaikopi.wordpress.com&amp;blog=4379475&amp;post=22&amp;subd=balaikopi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table class="contentpaneopen" style="height:22px;" border="0" width="684">
<tbody>
<tr>
<td class="contentheading" width="100%"></td>
<td class="buttonheading" width="100%" align="right"></td>
<td class="buttonheading" width="100%" align="right"><a title="Kirim halaman ini melalui E-mail" href="http://hidayatullah.co.id/index2.php?option=com_content&amp;task=emailform&amp;id=6032&amp;itemid=76" target="_blank"><br />
</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table class="contentpaneopen" border="0">
<tbody>
<tr>
<td class="createdate" colspan="2" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" valign="top">
<div>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Setiap menjelang Natal, sebagian Muslim ada yang merasa dipojokkan tuduhan “tidak toleran”. Ada “Tips Syariat Islam” dalam bergaul dengan orang non-Muslim</span></em></p>
</div>
<div>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Oleh: <strong>Rina Abdul Latif</strong> dan <strong>Eka Zulkarnain</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"><img src="http://hidayatullah.co.id/images/stories/natal.jpg" border="0" alt="Image" hspace="6" width="130" height="88" />Hidayatullah.com&#8211;</span></em></strong><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Setiap menjelang Natal, sebagian Muslim ada yang merasa dipojokkan tuduhan “tidak toleran” jika tidak mengucapkan “Selamat Natal” kepada teman atau kenalan yang beragama Kristen.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Padahal, cara-cara seorang Muslim bergaul dengan para pemeluk Kristen atau agama lain dibimbing oleh syari&#8217;ah untuk diamalkan sepanjang waktu, bukan hanya untuk hari yang satu itu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Pada dasarnya, Allah menyukai jika hambanya berbuat baik kepada sesama manusia, siapapun dan apapun agamanya selama tidak menampakkan permusuhan terhadap Islam.</span><span id="more-22"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">“Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (terjemahan surat Al-Mumtahanah [60]: 8)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Berikut ini beberapa tips praktis dari Syariat Islam mengenai bagaimana cara bergaul dengan orang yang memeluk agama selain Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"><span> </span>1. Memberikan makanan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Rasulullah ShallalLahu ‘alaihi wasallam pernah memberi makan seorang lelaki Yahudi yang sudah tua, buta, dan sakit-sakitan setiap hari sampai beliau ShallalLahu ‘alaihi wasallam wafat. Bahkan beliau menyuapi Yahudi tersebut dengan penuh kelembutan, padahal setiap kali beliau datang untuk menyuapinya, lelaki itu mencaci-maki beliau selama beliau menyuapinya. Lelaki itu tidak tahu kalau yang menyuapinya adalah orang yang ia caci-maki.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Ketika Rasulullah ShallalLahu ‘alaihi wasallam wafat dan Abu Bakar menggantikan beliau menyuapi lelaki tua tersebut, Abu Bakar memberi tahu bahwa orang yang ia caci-maki itu adalah orang yang selama ini menyuapinya dan sekarang sudah meninggal dunia. Yahudi itu menangis kemudian masuk Islam. </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"><span> </span>2. Mengucapkan ucapan kegembiraan atau memberi hadiah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Hal tersebut biasanya dilakukan pada momen-momen tertentu seperti kelahiran bayi, kenaikan pangkat, mendapat pekerjaan yang lebih baik, mendapat penghargaan atas prestasi, dan lain-lain yang tidak berhubungan langsung dengan masalah ibadah (ritual agama). Islam tidak melarang hal-hal tersebut, bahkan menganjurkan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> <strong>3. Menolong mereka ketika kesusahan</strong></span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Ini pula yang pernah dilakukan Rasulullah ShallalLahu ‘alaihi wasallam kepada lelaki Yahudi tua yang buta dan sakit-sakitan tersebut. Dalam hal ini termasuk yang sakit dan membantu mereka, membantu mereka yang miskin, terutama jika mereka adalah tetangga dekat, memberi air pada musim kekeringan jika mereka membutuhkan, memberikan beasiswa bagi anak-anak mereka yang tidak mampu, dan lain-lain tanpa menyuruh apalagi memaksa mereka memeluk Islam. Karena hidayah itu ada di tangan Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"><span> </span><strong>4. Menerima dan memakan makanan pemberian mereka selama tidak mengandung unsur-unsur yang diharamkan</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Babi, daging sembelihan yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya, dan khamr berikut turunannya tentu haram kita terima. Jelaskan dengan cara yang baik kepada mereka kenapa kita menolaknya. Mudah-mudahan penjelasan kita bisa jadi jalan hidayah dari Allah. Unsur-unsur haram ini tetaplah haram, dari siapa pun kita mendapatkannya, apapun agamanya. Jadi, selama dapat dipastikan bahwa makanan pemberian mereka itu tidak ada unsur-unsur tersebut, halal bagi Muslim untuk memakannya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">“ Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka…” (Al-Maidah [5]: 5)</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"><span> </span>5. Berlaku Adil</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Suatu ketika Khalifah Ali bin Abi Thalib radhialLahu ‘anhu mengadukan seorang Yahudi yang beliau duga telah mencuri baju besinya kepada hakim setempat. Dalam pengadilan di mana Ali dan Yahudi tersebut hadir, pengaduan Ali radhialLahu ‘anhu tersebut tidak diterima, sebab Ali tidak menghadirkan saksi pencurian tersebut. Mendengar putusan hakim tersebut, Yahudi tersebut terkejut, karena sebelumnya ia sangat yakin bahwa pengadilan akan berpihak pada Ali radhialLahu ‘anhu, yang di samping ia seorang muslim, juga khalifah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Di muka pengadilan tersebut, ia mengakui bahwa ialah yang mencuri baju besi Ali radhialLahu ‘anhu tersebut. Pengakuan itu diikuti dengan pernyataan keislamannya. Akhirnya Ali bin Abi Thalib memberikan baju besi tersebut sebagai ungkapan kegembiraannya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Masalah Aqidah: Tidak Ada Kompromi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Ada</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> pun hal-hal yang bersentuhan dengan masalah keyakinan, maka dalam Islam ada rambu-rambunya pula. Setiap perkataan dan sikap yang mengandung makna persetujuan dengan keyakinan mereka yang berseberangan dengan aqidah Islam, maka hal tersebut dilarang dalam Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">a. Mengucapkan Selamat Natal dan Menghadiri Perayaannya</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Perayaan Natal bagi pemeluk Kristen pada zaman ini bermakna mengingat dan merayakan hari yang mereka yakini sebagai hari kelahiran Yesus yang mereka anggap Tuhan. Menghadiri atau memberi selamat Natal kepada pemeluk Kristiani tentu saja merupakan ungkapan persetujuan bahkan bahagia atas makna tersebut. Tidak bisa tidak. Padahal Islam mengatakan bahwa Isa (Yesus) adalah nabi dan rasul utusan Allah Subhana wa Ta’ala.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Dalih yang mengatakan bahwa boleh mengucapkan selamat Natal dengan niat hanya menghormati mereka sebagai manusia, tidak dapat diterima baik secara logika ataupun secara bahasa. Karena logika dan bahasa menunjukkan ucapan selamat merupakan keterlibatan jiwa (perasaan) orang yang mengucapkan selamat bahwa ia ikut merasakan kebahagiaan, sesuatu yang bahkan melebihi persetujuan atas apa yang diselamati. Bukan bahagia tanpa sebab.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Lalu, pantaskah seorang yang telah bersaksi bahwa tiada sembahan selain Allah, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, menyampaikan rasa bahagia ketika Allah disekutukan dengan yang lain? Karena bagi mereka Isa adalah “Tuhan”, sekaligus “anak Tuhan”. Mereka menyebut dengan jelas: “Tuhan Yesus!”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Ibnu Umar radhiaLlahuanhu pernah membuat pernyataan yang menegaskan betapa besar dan beratnya kesyirikan kaum Kristen ini karena mengatakan “tuhan itu tiga”.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">b. Menghadiri Peribadatan Mereka</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Menghadiri peribadatan adalah pengakuan yang nyata atas dasar keyakinan seluruh peserta berikut pemuka agama yang memimpin peribadatan tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Dua hal di atas termasuk ke dalam hal-hal yang Allah peringatkan dalam Surat Al Kafirun.</span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">* Kedua penulis adalah guru Al-Quran di sebuah madrasah di Jawa Barat</span></em></p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/balaikopi.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/balaikopi.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/balaikopi.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/balaikopi.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/balaikopi.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/balaikopi.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/balaikopi.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/balaikopi.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/balaikopi.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/balaikopi.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/balaikopi.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/balaikopi.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/balaikopi.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/balaikopi.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/balaikopi.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/balaikopi.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=balaikopi.wordpress.com&amp;blog=4379475&amp;post=22&amp;subd=balaikopi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balaikopi.wordpress.com/2008/07/31/tips-bergaul-ketika-musim-natal-tiba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6db7a98ae44eea7a900c363d9f8a4548?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">balaikopi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hidayatullah.co.id/images/stories/natal.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menelusuri Jejak Liberalisme Islam di Indonesia</title>
		<link>http://balaikopi.wordpress.com/2008/07/31/menelusuri-jejak-liberalisme-islam-di-indonesia/</link>
		<comments>http://balaikopi.wordpress.com/2008/07/31/menelusuri-jejak-liberalisme-islam-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 16:54:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>balaikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tsaqofah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balaikopi.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Tak syak lagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) di Barat telah membuat sebagian kalangan umat Islam terkagum-kagum dan mengalami shock culture. Untuk mengapreasiasi kemajuan Barat itu, sejumlah tokoh Islam menganjurkan dan menyerukan adanya pembaharuan Islam dengan mencontoh Barat. Pembaharuan pemikiran di dunia Islam dimulai ketika Khilafah ‘Utsmaniyah di Turki diambang kehancuran. Selanjutnya, Islam Turki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=balaikopi.wordpress.com&amp;blog=4379475&amp;post=19&amp;subd=balaikopi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://eramuslim.com/fckfiles/image/liberal-ok.jpg" alt="" width="180" align="right" />Tak syak lagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) di Barat telah membuat sebagian kalangan umat Islam terkagum-kagum dan mengalami shock culture. Untuk mengapreasiasi kemajuan Barat itu, sejumlah tokoh Islam menganjurkan dan menyerukan adanya pembaharuan Islam dengan mencontoh Barat.</p>
<p class="MsoNormal">Pembaharuan pemikiran di dunia Islam dimulai ketika Khilafah ‘Utsmaniyah di Turki diambang kehancuran. Selanjutnya, Islam Turki di bawah komando Mustafa al-Tatruk didekontruksi sedemikian rupa seperti Barat. Setelah berhasil mendelegitimasi kewenangan khalifah dan Pengadilan Khusus Agama (Islam), al-Tatruk dengan penuh kepongahan merombak total tatanan prinsip-prinip Islam.</p>
<p class="MsoNormal">Tak hanya itu. Ia juga mengganti Hukum Syari’at tentang perkawinan Islam dengan diganti hukum Swiss, di mana perempuan punya hak cerai sama dengan laki-laki. Selanjutnya, sekolah-sekolah agama (madrasah) dan perguruan tinggi agama dibubarkan, dan diganti dengan sekolah ala Barat.<span id="more-19"></span></p>
<p class="MsoNormal">Yang lebih parah lagi adalah adzan bahasa Arab diganti dengan bahasa lokal (Turki), jilbab dilarang, dan penggunaan bahasa Arab pun diganti dengan bahasa Barat. Pendek kata, semua identitas, idiom-idiom keIslaman dan kearaban dihapuskan diganti dengan simbol, identitas dan tradisi Barat. Setelah itu semua, sempurnalah bekas khilafah ‘Utsmaniyah itu menjadi Republik Turki yang sekular. (Harun Nasution, Islam Rasional, , 1995)</p>
<p class="MsoNormal">Selain Turki, dunia Islam yang kecipratan dengan pembaharuan Islam adalah Mesir. Pembaharuan di negeri Kinanah ini mulai terjadi ketika utusan Perancis Napoleon Bonaparte dan sejumlah ilmuan yang ikut rombongannya datang ke negeri itu. Dari situ terjadilah kontak masyarakat Mesir dengan budaya Barat.</p>
<p class="MsoNormal">Seperti yang dialamiTurki, sebagian ulama Mesir mendukung program pembaharuan model Barat itu. Untuk kepentingan ini, maka diutuslah pelajar-pelajar Mesir untuk belajar di Paris dengan pengawasan imam. Adalah Rifa’ al-Thahthawi (1803-1873) dari imam-imam yang diutus untuk belajar ke sana. Sekembalinya dari pengembaraan dari negeri Barat, pemikiran al-Thahthawi cukup berpengaruh dalam masyarakat Mesir saat itu. Di antara pembaharuan yang digaungkan al-Thahthawi adalah penyesuaian penafsiran/interpretasi syari’at dengan kondisi zaman modern.</p>
<p class="MsoNormal">Setelah ia wafat, barulah Jamaluddin al-Afghani datang ke Mesir, dan menyuarakan hal yang serupa. Pembaharuan yang dibawa al-Afghani selanjutnya dilanjutkan oleh Muhammad ‘Abduh dan muridnya Rasyid Ridla.</p>
<p class="MsoNormal">Menurut Harun, pembaharuan yang digerakkan oleh mereka itu memakai pendekatan teologi atau pemikiran Mu’tazilah (rasionalisme). Dari sini pula muncul tokoh-tokoh sekular- liberal, sebut saja misalnya, Musthafa A. Raziq, Sa’ad Zaghlul, Ahmad Amin, Thaha Husein, ‘Ali Abdul Raziq, dan lain-lainnya yang senada.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Merambah ke Indonesia</strong></p>
<p class="MsoNormal">Gaung dan gerakan pembaharuan di Mesir rupanya juga merambah ke Indonesia. Melalui KH. Ahmad Dahlan dengan Muhammadiyahnya, pembaharuan Islam dimulai. Gagasan pembaharuan Kyai Dahlan sendiri merupakan pengaruh dari tokoh-tokoh Mesir. Ketika pendiri Muhammadiyah itu melakukan perjalanan ke Mekah untuk belajar di sana, di tengah perjalanan ia membaca karya ‘Abduh dan Ridla, Tafsir al-Manar.</p>
<p class="MsoNormal">Sepulangnya dari menimba ilmu itu, rupanya Tafsir al-Manar telah menginspirasi KH. Ahmad Dahlan untuk melakukan pembaharuan Islam di Indonesia. Selain karena pengaruh Mesir, penetrasi misi Katholik-Protestan dari penjajah (Spanyol, Portugis, dan Belanda) dan parktik takhayul, khurafat serta bid’ah di masyarakat Indonesia telah membuat KH. Ahmad Dahlan prihatin sekaligus protes keras. Faktor-faktor inilah yang mendorong pembaharuan Islam oleh Kyai. Dahlan bersama Muhammadiyahnya.</p>
<p class="MsoNormal">Kendati begitu, dalam pandangan Harun, pembaharuan yang disuarakan Muhammadiyah bukanlah pembaharuan yang prinsipil dan menyangkut hal-hal dasar (ushul), tapi pada masalah cabang (furu’). Misalnya, soal ru’yah al-Hilal, patung, gambar, musik, kenduri, tahlilan, dan lain-lainnya. Pembaharuan demikian berbeda dengan yang terjadi di Mesir dan Turki.</p>
<p class="MsoNormal">Sebagai orang yang pernah belajar di Mesir dan di Barat, justru Harun sendirilah yang dikenal sebagai lokomotif liberalisme di Indonesia melalui lembaga pendidikan tinggi. Setelah pulang dari Mesir, ia kemudian bekerja di Institut Agama Islam Negeri (IAIN), sekitar 1969. Ketika pemerintah, dalam hal ini Menteri Agama (Menag) A.Mukti ‘Ali menunjuk dia sebagai Rektor IAIN Syarif Hidayatullah, program liberalisasi pemikiran Islam segera ditabuh dan digulirkan. (Adian Husaini, Hegemoni Kristen-Barat dalam Studi Islam di Perguruan Tinggi, 2006)</p>
<p class="MsoNormal">Untuk merealisasikan liberalisme, Harun mempromosikan dan mensosialisasikan paham Mu’tazilah. IAIN Jakarta di bawah komandonya mewajibakan para mahasiswa membaca buku-buku karyanya, antara lain, Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya, Teologi Islam, Filsafat Agama.</p>
<p class="MsoNormal">Belasan tahun kemudian, bukunya yang berjudul Islam Rasional juga menjadi bacaan dan referensi ”wajib” di kalangan dosen dan mahasiswa IAIN. Kewajiban memakai buku-buku karya Harun itu berlangsung sampai kini di semua jurusan atau program studi, kendati nama IAIN sudah menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).</p>
<p class="MsoNormal">Maka di tangan Harun-lah UIN/IAIN/STAIN berhasil di-Mu’tazilah-kan. Tentunya keberhasilan Harun menggeser dan mengubah model pemikiran di lingkungan IAIN ketika itu tak lepas dari dukungan politik dari pemerintah Orde Baru.</p>
<p class="MsoNormal">Harun memang dikenal gigih dan serius berkiprah di pendidikan tinggi. Ia punya dedikasi tinggi untuk mengawal dan membesarkan IAIN sebagaimana yang ia harapkan seperti lahirnya para pemikir liberal sekular di Mesir.</p>
<p class="MsoNormal">Menurut mantan muridnya di program Pascasarjana IAIN, Dr. Ahmad Dardiri, Harun sangat perhatian dengan mahasiswanya dalam berbagai hal. “Bimbingan tesis ataupun disertasi betul-betul ia tangani dengan serius. Pak Harun betul-betul serius untuk berkiprah di dunia pendidikan. Ini berbeda dengan Cak Nur yang kadang kurang serius dengan bimbingan tesis atau disertasi mahasiswa. Waktunya tersita dengan kegiatan di luar IAIN, ” ujarnya.</p>
<p class="MsoNormal">Setelah berjalan selama hampir 40 tahun, usaha Harun menemukan hasilnya. Hampir seluruh UIN/ IAIN/ STAIN di seluruh Indonesia kini telah menjadi gerbong terbesar proyek liberalisasi pendidikan dan studi Islam. Bila di masa Harun, liberalisasi lebih ditekankan pada studi teologi/ilmu Kalam, maka saat ini fokusnya adalah pada studi Al-Qur’an.</p>
<p class="MsoNormal">Hal ini dianggap strategis karena studi Al-Qur’an merupakan mata kuliah umum wajib yang harus diambil seluruh mahasiswa. Tentunya juga, liberalisasi Islam akan mudah berjalan dan kena sasaran bila leberalisasi Studi Al-Qur’an diperkuat dan dikurikulumkan.</p>
<p class="MsoNormal">Proyek liberalisasi Studi Al-Qur’an ini semakin gencar dan serius dengan dimasukanya mata kuliah Hermeneutika dan Semiotika di Program Studi Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin dan Filsafat. Demikian pula mata kuliah Kajian Orientalis terhadap Al-Qur’an dan Hadits.</p>
<p class="MsoNormal">Referensi dan sumber dua mata kuliah ini adalah para pengibar liberalisme Studi Al-Qur’an, baik dari kalangan Muslim maupun Kristen. Misalnya, Muhammad Arkoun, Norman Calder, Farid Essack, Hans G. Gadamer, dan lain-lain. Tujuan pengajaran mata kuliah Hermeneutika dan Semiotika adalah “Mahasiswa dapat menjelaskan dan menerapkan ilmu Hermeneutika dan Semiotika terhadap kajian al-Qur’an dan Hadis.” Sedangkan untuk Kajian Orientalis bertujuan, ” Mahasiswa dapat menjelaskan dan menerapkan kajian orientalis terhadap al-Qur’an dan Hadits.”</p>
<p class="MsoNormal">Atas pengajaran mata kuliah Hermeneutika ini, entah karena tak paham tentang bahaya penerapan hermeneutika dalam studi Al-Qur’an atau karena alasan lain, seorang dosen ilmu Hadis di Prodi Tafsir Hadis UIN Jakarta juga mengaku tak ada persoalan dengan hal itu. “Tidak apa-apa. Itu bagus-bagus saja, ” katanya.</p>
<p class="MsoNormal">Pengajaran Studi Al-Qur’an dengan metode Barat itu, kini telah melahirkan banyak mahasiswa/i dan sarjana UIN/IAIN/STAIN yang meragukan, menghujat, bahkan melecehkan Al-Qur’an. Laporan majalah pekanan GATRA edisi 7 Juni 2006, menyebutkan, seorang dosen IAIN Surabaya di depan para mahasiswanya membuat adegan menginjak-injak lafaz Allah dengan kakinya tanpa merasa berdosa. Ini adalah sebuah tindakan yang tak beradab dan tak terpuji. Padahal dia adalah pengampu mata kuliah Sejarah Peradaban Islam.</p>
<p class="MsoNormal">Kisah yang mirip dan serupa juga terjadi di UIN/IAIN/STAIN lainnya. Misalnya, dosen pembimbing tesis atau disertasi di UIN Jakarta sering mengolok-olok ketika ada mahasiswa/i dalam tesis/disertasinya mengutip ayat Al-Qur’an ataupun Hadis Nabi Saw. Inilah ironi Studi Al-Qur’an di perguruan tinggi (Islam) kita.</p>
<p class="MsoNormal">Kasus liberalisasi Studi Al-Qur’an di Indonesia memang sangat ironis dan memprihatinkan. Sebab, proyek ini tidak hanya dilakukan oleh sejumlah akademisi, tapi juga oleh beberapa aktivis, lembaga swadaya masyarakat (LSM), para petinggi ormas Islam, pengasuh pondok pesantren, lembaga penelitian, dan sebagainya. Mereka begitu ”gigih dan getol” mengkampanyekan liberalisme, selain ingin lepas dan bebas dari Syari’at Islam, juga karena mendapat kucuran dana berlimpah dari The Asian Foundation. Dengan dukungan dana yang relatif besar, untuk mempromosikan agendanya mereka menjalin kerjasama dengan beberapa media massa.</p>
<p class="MsoNormal">Kasus yang teranyar adalah tindakan tidak fair enam guru besar yang meluluskan disertasi Abd. Moqsith Ghazali. Padahal dalam disertasi ini banyak penafsiran al-Qur&#8217;an yang mengabaikan dan memisahkan antara keimanan kepada Allah Swt dengan keimanan terhadap nabi Muhammad Saw.</p>
<p class="MsoNormal">Dalam disertasi aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) ini, disebutkan, ”secara eksplisit Al-Quran menegaskan bahwa siapa saja – Yahudi, Nashrani, Sabi’in, dan lain-lain – yang menyatakan hanya beriman kepada Allah, percaya akan Hari Akhir, dan melakukan amal saleh, tak akan pernah disia-siakan oleh Allah. Mereka akan mendapatkan balasan yang setimpal atas keimanan dan segala jerih payahnya.” (hal. 192). Jadi tanpa beriman kepada Rasulullah Muhammad, amal seorang Yahudi, Kristen dan Sabi&#8217;in sama kedudukannya dengan amal orang Muslim.</p>
<p class="MsoNormal">Yang lebih parah lagi adalah ketika penulis membahas tentang ”Pengakuan dan Keselamatan Umat non-Muslim”. Ia menyatakan, ”Agama yang satu tak membatalkan agama yang lain, karena setiap agama lahir dalam konteks historis dan tantangannya sendiri. Walau begitu, semua agama terutama yang berada dalam rumpun tradisi abrahamik mengarah pada tujuan yang sama, yakni kemaslahatan dunia dan kemaslahatan akhirat. Dengan memperhatikan kesamaan tujuan ini, perbedaan eksoterik agama-agama mestinya tak perlu dirisaukan.” (hal. 189).</p>
<p class="MsoNormal">Disertasi berjudul, Perspektif Al-Quran tentang Pluralitas Umat Beragama dibimbing oleh Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A (Dirjen Bimas Islam dan guru besar ilmu tafsir di UIN Jakarta) dan Prof. Dr. Komaruddin Hidayat (Rektor UIN Jakarta). Bertindak sebagai penguji adalah Prof. Dr. Azyumardi Azra (Ketua Sidang dan juga Direktur Pasca Sarjana UIN Jakarta), Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, Prof. Dr. Kautsar Azhari Noer, Prof. Dr. Suwito, Prof. Dr. Mulyadhi Kartanegara, Prof. Dr. Zainun Kamal dan Prof. Dr. Salman Harun.</p>
<p class="MsoNormal">Dari tujuh guru besar, hanya satu guru besar yang tidak meluluskan disertasi yang kontroversial ini, yakni Prof. Dr. Salman Harun. Bahkan mantan dekan Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta itu membuat kritik tertulis. Konon baru kali ini di UIN Jakarta ada penguji yang sampai membuat kritik tertulis ketika menguji.</p>
<p class="MsoNormal">Salman menilai Abd.Moqsith salah memahami penggalan buku Nawawi Al-Jawi (1813-1899) tentang bisa tidaknya non-muslim masuk surga. Moqsith dinilai tak utuh mengutip Ibnu Katsir (1300-1373).</p>
<p class="MsoNormal">Ia menambahkan, dua ulama itu berkesimpulan hanya Muslim yang masuk surga. Tapi Moqsith menyimpulkan, non muslim juga bisa. Salman khawatir disertasi ini akan memperkuat tuduhan sebagian kalangan bahwa UIN adalah tempat kristenisasi.</p>
<p class="MsoNormal">Orientalis modern William Montogomerry Watt, menjelaskan, mereka yang disebut liberal adalah orang-orang Islam yang banyak memahami Islam dengan sudut pandang Barat dan melakukan kritik-kritik terhadap Islam baik secara implicit atau eksplisit, tapi mereka masih mengaku sebagai Muslim (William Montogomerry Watt, Fundamentalisme dan Modernity in Islam). (dina)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/balaikopi.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/balaikopi.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/balaikopi.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/balaikopi.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/balaikopi.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/balaikopi.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/balaikopi.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/balaikopi.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/balaikopi.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/balaikopi.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/balaikopi.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/balaikopi.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/balaikopi.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/balaikopi.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/balaikopi.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/balaikopi.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=balaikopi.wordpress.com&amp;blog=4379475&amp;post=19&amp;subd=balaikopi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balaikopi.wordpress.com/2008/07/31/menelusuri-jejak-liberalisme-islam-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6db7a98ae44eea7a900c363d9f8a4548?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">balaikopi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://eramuslim.com/fckfiles/image/liberal-ok.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Laporan dari Wina : Gaung Azan di Negeri Mozart</title>
		<link>http://balaikopi.wordpress.com/2008/07/31/laporan-dari-wina-gaung-azan-di-negeri-mozart/</link>
		<comments>http://balaikopi.wordpress.com/2008/07/31/laporan-dari-wina-gaung-azan-di-negeri-mozart/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 16:48:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>balaikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balaikopi.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[www.swaramuslim.com &#8212;Lima hari berada di Austria untuk meliput pernak-pernik Piala Eropa, telah membuat saya merindukan suara azan dan salat berjamaah. Setelah bertanya kesana kemari akhirnya saya bisa mengetahui tempat untuk memenuhi &#8216;hasrat&#8217; saya itu. Adalah Islamic Center Vienna yang memiliki masjid terbesar di Austria. Letaknya tidak jauh dari tempat saya bermukim sementara di Wina. Cukup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=balaikopi.wordpress.com&amp;blog=4379475&amp;post=16&amp;subd=balaikopi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/islam/muslim_wina_01.jpg" border="0" alt="image" hspace="5" width="150" height="180" align="right" />www.swaramuslim.com &#8212;Lima hari berada di Austria untuk meliput pernak-pernik Piala Eropa, telah membuat saya merindukan suara azan dan salat berjamaah. Setelah bertanya kesana kemari akhirnya saya bisa mengetahui tempat untuk memenuhi &#8216;hasrat&#8217; saya itu.</p>
<p>Adalah Islamic Center Vienna yang memiliki masjid terbesar di Austria. Letaknya tidak jauh dari tempat saya bermukim sementara di Wina. Cukup dijangkau dengan menumpang satu kali trem dan satu kali U-Bahn (subway).</p>
<p>Begitu turun di stasiun Nueu Donau, saya sudah bisa melihat kubah masjid yang berwarna kehijauan. Waktu di jam tangan saya sudah menunjukkan pukul 12.50 waktu setempat. Dari jadwal salat yang saya sudah ketahui, zuhur di Wina pada tanggal 18 Juni jatuh tepat pada pukul 12.57 WIB. <span id="more-16"></span></p>
<p>Setelah foto-foto sebentar untuk keperluan dokumentasi, saya lalu mengambil wudhu dan menuju bagian dalam masjid. Sama seperti masjid pada umumnya di Indonesia, di sana ada hamparan karpet merah untuk salat, hijab pemisah untuk jamaah wanita di bagian belakang, mihrab, dan mimbar bagi khatib.</p>
<p>Ruangan salatnya kira-kira berukuran 100 x 200 meter. Masjid itu terbagi dalam 3 lantai. Lantai basement, lantai dasar, dan lantai atas. Karena jumlah jamaah salat zuhurnya sedikit, maka yang digunakan untuk salat hanya lantai dasar saja.<br />
<img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/islam/muslim_wina_01b.jpg" border="0" alt="image" hspace="5" width="450" height="300" /><br />
Generasi Muda Islam Austria yang Multi Etnis</p>
<p class="capt" style="float:right;width:150px;"><img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/islam/muslim_wina_Carla_Amina_B.jpg" alt="" hspace="1" vspace="2" width="150" height="180" /><br />
Mualaf Carla Amina</p>
<p>Sedangkan untuk bangunan Islamic Center secara keseluruhan berdiri di atas tanah kurang lebih seluas 1 hektar. Kumandang azan akhirnya dilantunkan oleh Marwan yang sehari-harinya bertugas sebagai imam di masjid Islamic Center. Gaungnya hanya terdengar di dalam masjid saja karena tidak menggunakan pengeras suara.</p>
<p>Cukup banyak orang yang salat zuhur berjamaah di Islamic Center tersebut. Terdiri dari satu saf, kurang lebih 20-an orang yang kebanyakan keturunan Arab. Jumlah jamaahnya tidak beda jauh saat saya salat jamaah di Tanah Air.</p>
<p>Usai salat, bangunan 3 lantai itu kembali sepi. &#8220;Di sini akan sangat ramai saat salat Jumat. Tiap lantai penuh, jumlah orangnya sekitar 2.000 orang. Mereka datang dari dalam dan luar kota Wina untuk salat di sini,&#8221; kata Direktur Islamic Center Fareed Al-Khotani kepada detikcom.</p>
<p>Islamic Center di Wina adalah satu-satunya tempat yang memiliki masjid relatif besar. Fareed mengatakan di kota-kota lain di Austria juga ada Islamic Center, hanya saja tidak sebesar di Wina.</p>
<p>Selain untuk kegiatan ibadah, bangunan yang diresmikan tahun 1979 itu juga dipakai untuk kegiatan pendidikan. Setiap weekend ada semacam pengajian bagi anak-anak. Ada juga forum-forum untuk dialog serta les bahasa Arab atau Jerman.</p>
<p>&#8220;Semua itu gratis. Anda tidak harus membayarnya,&#8221; promosi pria asal Arab Saudi itu.</p>
<p>Di dalam Islamic Center tersebut juga dijual buku-buku keislaman. Apakah itu hadis, tafsir, maupun buku Islam kontemporer. Harganya berkisar dari 1-20 euro.</p>
<p>Soal jumlah pemeluk agama Islam, Fareed mengatakan komposisinya 8 persen dari total penduduk Austria yang sebanyak 5,375 juta . &#8220;Jumlanya 430 ribu. Dan jumlahnya meningkat 2 kali lipat dalam jangka waktu 10 tahun,&#8221;jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, kehidupan umat Islam di Austria mudah. Pemerintah setempat memberikan kebebasan pada umat agama apapun untuk memasuki semua lini kehidupan di sana.</p>
<p>&#8220;Muslim ada yang menjadi politisi, bekerja di media, maupun di sekolah-sekolah. Di parlemen, ada 4 muslim di sana,&#8221; terangnya.</p>
<p>Di akhir perpisahan, Fareed menyampaikan pesannya pada saudaranya sesama muslim di Indonesia. Ia menyampaikan harapan besarnya agar Muslim Indonesia dapat menjadi contoh atau model kehidupan Islam yang penuh kedamaian bagi dunia internasional.</p>
<p>Dia pun tak lupa menyampaikan keinginannya untuk bertandang ke Indonesia.</p>
<p>&#8220;Saya tahu Indonesia tapi belum pernah ke sana. Saya ingin ke sana. Jika saya ke Indonesia, hal pertama yang akan saya lakukan adalah melihat bagaimana muslim sebanyak itu hidup dan bekerja,&#8221; pungkasnya. (gah/nwk/detik )</p>
<p><strong><span style="font-size:small;">Masjid Islamic Center Vienna, gagah</span></strong><br />
<img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/islam/muslim_wina_mosque-01b.jpg" border="0" alt="image" hspace="5" width="450" height="300" /></p>
<p><img class="FOTO" src="http://foto.detik.com/images/content/2008/06/19/157/masjid1.jpg" border="0" alt="" width="450" height="304" align="middle" /></p>
<p><img class="FOTO" src="http://foto.detik.com/images/content/2008/06/19/157/masjid2.jpg" border="0" alt="" width="450" height="338" align="middle" /></p>
<p><img class="FOTO" src="http://foto.detik.com/images/content/2008/06/19/157/masjid3.jpg" border="0" alt="" width="450" height="338" align="middle" /></p>
<p><img class="FOTO" src="http://foto.detik.com/images/content/2008/06/19/157/masjid4.jpg" border="0" alt="" width="450" height="338" align="middle" /></p>
<p><img class="FOTO" src="http://foto.detik.com/images/content/2008/06/19/157/masjid5.jpg" border="0" alt="" width="450" height="338" align="middle" /></p>
<p><img class="FOTO" src="http://foto.detik.com/images/content/2008/06/19/157/masjid6.jpg" border="0" alt="" width="450" height="332" align="middle" /></p>
<p><img class="FOTO" src="http://foto.detik.com/images/content/2008/06/19/157/masjid7.jpg" border="0" alt="" width="450" height="338" align="middle" /></p>
<p><img class="FOTO" src="http://foto.detik.com/images/content/2008/06/19/157/masjid8.jpg" border="0" alt="" width="450" height="338" align="middle" /></p>
<p><img class="FOTO" src="http://foto.detik.com/images/content/2008/06/19/157/masjid9.jpg" border="0" alt="" width="450" height="500" align="middle" /></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/balaikopi.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/balaikopi.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/balaikopi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/balaikopi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/balaikopi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/balaikopi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/balaikopi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/balaikopi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/balaikopi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/balaikopi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/balaikopi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/balaikopi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/balaikopi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/balaikopi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/balaikopi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/balaikopi.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=balaikopi.wordpress.com&amp;blog=4379475&amp;post=16&amp;subd=balaikopi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balaikopi.wordpress.com/2008/07/31/laporan-dari-wina-gaung-azan-di-negeri-mozart/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6db7a98ae44eea7a900c363d9f8a4548?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">balaikopi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://swaramuslim.com/images/uploads/islam/muslim_wina_01.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://swaramuslim.com/images/uploads/islam/muslim_wina_01b.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://swaramuslim.com/images/uploads/islam/muslim_wina_Carla_Amina_B.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://swaramuslim.com/images/uploads/islam/muslim_wina_mosque-01b.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://foto.detik.com/images/content/2008/06/19/157/masjid1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://foto.detik.com/images/content/2008/06/19/157/masjid2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://foto.detik.com/images/content/2008/06/19/157/masjid3.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://foto.detik.com/images/content/2008/06/19/157/masjid4.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://foto.detik.com/images/content/2008/06/19/157/masjid5.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://foto.detik.com/images/content/2008/06/19/157/masjid6.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://foto.detik.com/images/content/2008/06/19/157/masjid7.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://foto.detik.com/images/content/2008/06/19/157/masjid8.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://foto.detik.com/images/content/2008/06/19/157/masjid9.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>TPM: Eksekusi Amrozi Cs Tak Bisa Dilakukan Tanpa Dasar yang Kuat</title>
		<link>http://balaikopi.wordpress.com/2008/07/31/tpm-eksekusi-amrozi-cs-tak-bisa-dilakukan-tanpa-dasar-yang-kuat/</link>
		<comments>http://balaikopi.wordpress.com/2008/07/31/tpm-eksekusi-amrozi-cs-tak-bisa-dilakukan-tanpa-dasar-yang-kuat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 16:45:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>balaikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balaikopi.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Kamis, 31 Jul 08 18:49 WIB Kirim teman www.eramuslim.com &#8212;Tim Pembela Muslim (TPM) meminta Kejaksaan Agung tidak terburu-buru melakukan eksekusi Amrozi Cs, sebelum ada kejelasan mengenai penolakan Peninjauan Kembali (PK) III dari MA. TPM Beralasan, terdapat kesimpangsiuran dasar hukum dalam melakukan eksekusi Amrozi cs, karena sejauh ini penolakan PK baru berupa surat dari panitera PN [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=balaikopi.wordpress.com&amp;blog=4379475&amp;post=13&amp;subd=balaikopi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="pubtime">Kamis, 31 Jul 08 18:49 WIB</p>
<div id="action"><a href="http://eramuslim.com/berita/send/8731152108-tpm-eksekusi-amrozi-cs-tak-bisa-dilakukan-tanpa-dasar-kuat.htm">Kirim teman</a></div>
<p><img src="http://eramuslim.com/fckfiles/Image/amrozi_cs%281%29.jpg" alt="" width="180" align="right" />www.eramuslim.com &#8212;Tim Pembela Muslim (TPM) meminta Kejaksaan Agung tidak terburu-buru melakukan eksekusi Amrozi Cs, sebelum ada kejelasan mengenai penolakan Peninjauan Kembali (PK) III dari MA.</p>
<p>TPM Beralasan, terdapat kesimpangsiuran dasar hukum dalam melakukan eksekusi Amrozi cs, karena sejauh ini penolakan PK baru berupa surat dari panitera PN Denpasar.</p>
<p>&#8220;Kami meminta Kejagung untuk mencermati persoalan PK III Amrozi. Sebab, dasar pelaksanaan eksekusi oleh Kejagung adalah surat dari panitera, &#8221; ujar Anggota TPM Fahmi Bahmid saat menemui Kapuspenkum Kejaksaan Agung BD Nainggolan, di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (31/7).<span id="more-13"></span></p>
<p>Semestinya, sambung dia, penolakan PK III harus berdasarkan keputusan yang dikeluarkan majelis hakim. Bukan pada surat yang ditandatangani panitera. &#8220;Sejak kapan panitera memiliki wewenang mengeluarkan keputusan, &#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut dia, persoalan ini penting untuk diluruskan. Pasalnya, undang-undang memberikan amanat seperti itu. &#8220;Kita hanya ingin proses hukum berjalan apa adanya, &#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain itu, TPM juga melampirkan sejumlah bukti jika PK Amrozi cs belum diproses dengan baik. Salah satunya adalah pernyataan peninjauan kembali dan akta registrasi melalui Lembaga Pemasyarakatan Batu, Jawa Timur. &#8220;Amrozi cs sudah mengajukan PK namun hingga saat ini belum diterima keputusannya, &#8221; ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Fahmi Bahmid menilai, eksekusi Amrozi cs tidak bisa dilakukan selama kesimpangsiuran perkara yang diputuskan oleh panitera belum terjawab.</p>
<p>&#8220;Kalau kejaksaan tetap melakukan eksekusi terhadap Amrozi dan kawan-kawan, itu bukan lagi eksekusi tetapi pembunuhan. Dan itu merupakan bentuk balas dendam, &#8221; ujarnya.</p>
<p>Perwakilan TPM yang diterima sekretaris jaksa agung muda pidana umum (jampidum) Muzammi sebelumnya mereka berencana, hendak bertemu dengan Jaksa Agung Hendarman Supanji.</p>
<p>&#8220;Tadinya kami ingin bertemu jaksa agung, tapi kami hanya diterima sekretaris. Karena jaksa agung sedang berada di Kendari, &#8221; imbuhnya.</p>
<p>Dia mengaku, kedatangannya hanya menjelaskan beberapa surat yang menjelaskan permasalahan terkait kesimpangsiuran sebuah perkara yang diputuskan oleh panitera.</p>
<p>&#8220;Dan saya sampaikan untuk tidak melaksanakan eksekuti mati terhadap Amrozi cs selama proses belum terjawab, &#8221; pungkasnya.</p>
<p>Menanggapi laporan itu, Kapuspenkum Kejaksaan Agung BD Nainggolan mengtakan, surat dari PN Denpasar dikirimkan ke MA, karena Amrozi Cs pengajukan PK lagi. Ada jawaban dari MA yang menyatakan bahwa Amrozi Cs sudah pernah mengajukan PK. Hal tersebut sudah diputus oleh MA, yang dijelaskan dari isi surat tersebut sesuai dengan UU.</p>
<p>&#8220;Keputusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap harus dilaksanakan, tetapi waktunya belum ditetapkan, &#8221; katanya. (novel)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/balaikopi.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/balaikopi.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/balaikopi.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/balaikopi.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/balaikopi.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/balaikopi.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/balaikopi.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/balaikopi.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/balaikopi.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/balaikopi.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/balaikopi.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/balaikopi.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/balaikopi.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/balaikopi.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/balaikopi.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/balaikopi.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=balaikopi.wordpress.com&amp;blog=4379475&amp;post=13&amp;subd=balaikopi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balaikopi.wordpress.com/2008/07/31/tpm-eksekusi-amrozi-cs-tak-bisa-dilakukan-tanpa-dasar-yang-kuat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6db7a98ae44eea7a900c363d9f8a4548?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">balaikopi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://eramuslim.com/fckfiles/Image/amrozi_cs%281%29.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Datang</title>
		<link>http://balaikopi.wordpress.com/2008/07/31/hello-world/</link>
		<comments>http://balaikopi.wordpress.com/2008/07/31/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 15:47:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>balaikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Selamat datang si situs www.balaikopi.co.cc semoga anda mendapatkan manfaat dari apa yang telah kami hadirkan<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=balaikopi.wordpress.com&amp;blog=4379475&amp;post=1&amp;subd=balaikopi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat datang si situs www.balaikopi.co.cc semoga anda mendapatkan manfaat dari apa yang telah kami hadirkan</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/balaikopi.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/balaikopi.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/balaikopi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/balaikopi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/balaikopi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/balaikopi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/balaikopi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/balaikopi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/balaikopi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/balaikopi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/balaikopi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/balaikopi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/balaikopi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/balaikopi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/balaikopi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/balaikopi.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=balaikopi.wordpress.com&amp;blog=4379475&amp;post=1&amp;subd=balaikopi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balaikopi.wordpress.com/2008/07/31/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6db7a98ae44eea7a900c363d9f8a4548?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">balaikopi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
